Rabu, 11 September 2013

Cerita Misteri-Hati

Bismillahirrahmanirrahim..

Postingan ini saya buat waktu liburan, kebetulan pas lagi 'suwung'. Pengalaman ini bukan milik saya saja. Mungkin, kalau pembaca punya kisah yang sama, MUNGKIN, suatu kebetulan. Dalam postingan ini, saya akan menceritakan sesuatu misteri. Tapi bukan misteri horor atau apapun itu, tapi misteri dalam hati *stoop, jangan bilang saya galau lagi, pliiss*. Ceritanya tentang percakapan juga, yang terilhami oleh kisah lika-liku hidup manusia. Sebagian yang membaca mungkin bisa menebak saya yang mana. Sebagian lagi, mungkin tidak. Selamat menebak.

…………………………………….
“Kenapa sih, kamu benci banget sama dia? Emang dia salah apa cobaaa?”
“Kan aku nggak pernah benci sama orang, kan pi? Emang aku keliatan benci sama siapa?” protes salah satu orang yang terlibat di percakapan itu. Oiya, nama pi itu nama samaran yaa, biar nggak ketahuan :p
“Emang sih, nggak banyak yang tahu kalo kamu benci sama dia. Tapi, kamu keliatan beda kalo sama dia.”
“Beda? Beda gimana? Kamu kok sotoy gitu sih, pi.. Enggak, tauk. Biasa aja..”
“Biasa aja gimana wooy? Gini-gini aku juga pernah benci sama orang, kali. Dan aku tahu, bagaimana sikap yang ditunjukkan sama orang yang lagi kesel sama orang.”
“Alaaah, itu kan karena kamu emang jutek ke semua orang. Kamu tuh, yang mungkin benci sama dia.”
Saya jadi menyadari, kok ini isi blognya tentang benci-bencian ya? Apa saya-nya yang terlalu menyimpan kebencian juga ya? Eh, enggak kok, kebetulan aja lagi banyak postingan yang mengenai topik itu. Kan bosen kalau cinta-cintaan melulu, nanti dibilang galau…
“Kamu kok malah memutarbalikkan fakta gitu, sih? Wah, ini nih, tanda-tanda kalau kamu bener-bener kesel sama dia.” Kesimpulan ini memang agak sedikit aneh untuk disimpulkan --“
“Haaah, enggak kok. Cuma kesel sesaat aja tauk.”
“Tuuuh, kaaan! Bener. Kamu kesel kan sama dia?”
“Aduuh, pii.. Udah deh, aku kesel cuman sesaat doang. Sekarang udah enggak. Udah ah, bahas yang lain aja, kalo bahas dia jadi makin kesel niih.”
“Tuh kan bener. Tapi nih, nak. Kamu tuh awet banget sikap sebelnya sama dia. Mungkin keselmu emang udah ilang, tapi sikapmu yang keliatan bete banget kalo lagi ngomong sama dia itu masih keliataan.”
“Emang keliatan jelas banget pi? Enggak tahu juga sih, emang masih suka males gitu kalo harus berurusan panjang lebar sama dia.”
“Wah, bahaya tuh. Kayaknya kamu musti cek jiwa deh. Nggak mungkin kamu benci ke dia tanpa suatu alasan yang jelas. Kecuali kamu benci sama dia karena Allah.”
“Pii, sok religius banget dah. Emang sih, nggak ada alasan syar’i kenapa aku benci banget sama dia. Tapi, ada alasan yang mungkin bisa jadi penyebab kenapa sikapku kayak gitu. Ceritanya, aku pernah tahu gimana sikapnya pas jaman-jaman dulu. Daaan, itu bikin kesel. Bisa-bisanya kayak gitu sama oraang. Kan kesiaan.”
“Emang sikapnya gimana? Jangan bilang dia juga bersikap sama ke kamu? Yaudah benciin aja, nak.”
“Laah, gimana sih? Harusnya kamu nyaranin aku, ‘jangan dong, nak. Itu pasti ada campur tangan setan di dalamnya. Dia kan temanmu juga, kan nggak boleh benci sama teman sendiri.’, gitu lhooo. Ini malah nyuruh aku makin benci ke dia. Sebenernya enggak juga sih, kalo dia melakukan hal itu ke aku. Tapi, dia itu melakukannya ke temanku sendiri. Gimana sih, rasanya kalo temenmu digituin.. Kan..”
“Hey, bentar! ‘Digituin’nya itu di gimanain sih? Duh, yang jelas, dong, naak.”
“Jadi gini, pi. Dia itu, buka cabang di mana-mana. Macam artis itu lho, yang di ftv-ftv. Apa namanya? Playboy? Ya itulah. Buka cabang itu buka cabang indom**** kek, cabang showroom mobil kek, kredit rumah, apa salon gitu lah. Ini cabang yang begituan yang dibikin. Nggak kebayang kalo dia ngikut MLM, downlinenya udah jutaan kali.”

Ujung-ujungnya masalah kayak gitu lagi ya. Tapi, ini serius, makin saya dewasa, makin banyak pengalaman tentang hal beginian. Jujur, waktu sekolah nggak pernah nemuin orang kayak begitu. Kalopun ketemu, paling kata orang, kata orang, kata orang. Sumbernya banyak, jadi ‘nasab’nya jauuh kalo sama saya. Saya juga dari dulu jarang ngikut-ngikut masalah kayak gitu. Kalo dulu di mentoring waktu SMA ada yang suka curhat lagi disukain sama siapa, lagi suka sama siapa, saya belum pernah terlibat sampe jadi ikutan galau. Ini beneraan lhoo. Jadi yang bilang saya suka galau, haha, itu tidak benar. Itu hanya penampakan luar, tapi sebenernya, saya nggak punya cukup pengalaman tentang masalah hati. Lanjuuut

“Yaah. Jadi ini maksudnya? Oke deh. Tapi kok kamu bisa sekesel itu? Kan dia melakukannya sama orang lain, nggak ke kamu?”
“Itu dia, aku juga nggak ngerti. Udah otomatis pi. Tiba-tiba sinyal negatifnya nyala sendiri. Apa dia yang punya aura negatif, jadinya aku negatif ke dia ya?”
“Kayaknya, dari kamu sendiri udah punya kecenderungan buat kesel sama dia deh. Buktinya ada lho, yang lebih parah dari dia, tapi kamu ke dia biasa aja. Nah, ke orang ini kamu bedaa, banget. Kebalik tauk, kamu tuh udah ada aura negatif pas liat dia, terus dia jadi negatif ke kamu, terus kamu jadi negatif ke dia. Kalo sama-sama kutub negatif kan nggak bisa nyatu, nak.”
“Iya, bener pi. Terus aku musti gimana? Bahkan aku udah yakin, kalo aku nggak bakal pernah bisa berubah sikap ke dia. Sekali aku sudah merasa kecenderungan itu ada, udah susah buat diilangin pi..”
“Aku juga punya pengalaman kayak kamu sih, tapi mungkin nggak separah kamu. Sekarang malah aku temenan baik sama dia. Tapi dia cewek sih, beda juga. Mungkin jatuhnya emang kamu udah ilfeel sama dianya duluan. Tapi, dari kamu sendiri sebenernya udah punya solusi buat masalah ini. Udahlah, tanya hatimu, nak. Kan tadi kamu udah bilang ke aku, harusnya saran apa yang aku kasih ke kamu kan? Udah terapin aja ke dirimu sendiri. Yang bisa kuasai hatimu kan, kamu.”
……………………………………………….

Nah itu yang saya maksud kisah misterinya. Kompleks memang, yang terciderai hati orang lain, tapi yang kesel malah orang yang lainnya lagi. Barangkali juga ada yang bersikap seperti itu sama kita. Semakin dewasa, memang harus semakin menata hati, dan menata sikap pada orang lain.

Setiap orang itu punya kewajiban untuk memaafkan, dan juga punya hak untuk dimaafkan. Dalam hal ini, dimaafkan masa lalunya. Keduanya mesti selaras, iya kan? Kalau memang mau dimaafkan, harus tahu sikap seperti apa agar kita dimaafkan. Berkaca ketika kita harus memenuhi kewajiban untuk memaafkan. Sudah sepenuh hati kah? Sudah ikhlaskah? Sekali lagi, yang bisa kuasai hatimu, adalah kamu sendiri.

Bijak ya? Alhamdulillah.. Harusnya postingan ini masuk ke Pendewasaan Hati ya, tapi nggak papa deh, semua postingan saya kan mendewasakan hati, hihi.

Rabu, 21 Agustus 2013

Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Hatiku

Bismillahirrahmanirrahim

kali ini judul postingan-nya agak berbeda dengan postingan-postingan sebelumnya. Bukan benci-benci lagi, tapi ini tentang cinta.

Cinta bukan sembarang cinta kali ini. Bismillah, benar-benar merasa rugi kalau saya tidak terlibat mendukung ini. Saya Muslimah, dan saya bangga.

Tentu kita semua sudah cukup mengenal kasus yang terjadi di Mesir, yang beritanya simpang siur, dan ada beberapa media yang memberitakan kasus ini tidak sesuai dengan kenyataan. Ironisnya adalah, beberapa media tersebut, yang saya ketahui pemiliknya berstatus Muslim! Wallahu'alam.

Tetapi, kata teman saya, konflik di sana bukan terkait dengan agama Islam saja. Berbagai bukti menyatakan, para rakyat pro Mursi yang beragama nasrani saja ikut menjadi korban. Ya, ini kudeta. Tetapi, beberapa pihak yang begitu menyukai perpecahbelahan muslim (karena Mesir merupakan salah satu negara yang penduduknya mayoritas Muslim seperti di Indonesia) memanfaatkan keadaan ini. Sekali lagi, Wallahu'alam bisshawab.

Ya, memang saya tidak sepenuhnya mengerti bagaimana kasus ini bergulir. Tetapi saya sepenuhnya mengerti, korban yang berjatuhan di sana adalah saudara saya sendiri. Umat Muslim!

Masih Islam? atau sudah bukan golongan Islam lagi?
Punten pisan kalau agak menancap di relung hati dan melukai, kalimat caption foto di atas. Potongan-potongan puzzle di atas saya dapatkan waktu pelantikan pengurus LDK di kampus saya, kebetulan saya berada di bawah kibaran bendera syiar.

apa itu R4BIA? Jadi dari beberapa sumber yang saya baca, simbol ini dicetuskan oleh Perdana Menteri Turki, Recep Tayip Erdogan. Banyak korban kudeta Mursi ini yang berjatuhan di Lapangan Rabi'ah Al Adawiyah Mesir ketika memperjuangkan aksi damai pro Mursi yang akhirnya diserang habis-habisan oleh pihak militer dari sana. Kenapa angka 4? Angka ini dipilih untuk menyemboyankan simbol ini, selain itu karena Rabi'ah dalam bahasa arab juga berarti 4.

Sekali lagi, paling tidak pedulilah! Mereka saudara sesama MUSLIM! MUSLIM! Kita satu tubuh, jika satu terluka, maka yang lain pun ikut tersakiti. Semoga pancaran doa yang bisa kita usahakan dari jauh bisa membuat perubahan besar di sana.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Suatu Siang, di Suatu Kota


Bismillahirrahmanirrahim..

Tak pernah saya begitu mencintai suatu kota, sampai saya menginjakkan kaki di sana. Cuma sebentar, tapi benar-benar berkesan.

Siang itu, saya hanya mampir sebentar di kota itu, untuk sholat dhuhur, lalu kemudian melanjutkan perjalanan. Udara di sana dingin, sejuk sekali. Terbayang, suatu saat akan tinggal di sana, bersama dengan keluarga di masa depan. *aaamiiin*

Entah, memang baru perjalanan kali ini melewati jalur tersebut dan mampir di kota itu. Memang dulu sempat punya relasi dengan kota itu, tapi, sesaat, terus usai. Sekarang sudah tidak begitu dekat. Ada sih, saudara yang tinggal di sana, tapi, ingin sekali suatu saat saya juga bisa tinggal, dan bermukim di sana.

Tapi, hampir sebulan ini sudah tiga kali aku lewat kota itu, alhamdulillah. Saat melewatinya, seakan ada yang harus ditemui di sana. Tapi, sayangnya saya tak tahu itu siapa. Entah, sepertinya hati terlalu terikat dengan kota itu.

Kota itu bukan kota besar, dan bukan kota yang sering dipromosikan di televisi. Tapi, sekali lagi entah, tautan hati menuju ke sana begitu kuat. Entah, mungkin suatu saat impian untuk tinggal di sana bisa terwujud. Jika tidak, ya berarti memang bukan di sana tempat yang tepat untuk saya..


Kontradiksi

Bismillahirrahmanirrahim..

Ini bagaikan, kamu takut ular, tapi suamimu pawang ular.

Ini bagaikan, kamu narapidana, tapi istrimu polwan.

Ini bagaikan, kamu takut setan, tapi ayahmu paranormal.

Ini bagaikan, kamu takut ikan, tapi suamimu nelayan.

Ini bagaikan, kamu takut api, tapi suamimu pemadam kebakaran..


Rabu, 07 Agustus 2013

Aku Membencimu Dengan Sepenuh Hatiku (3)

Bismillahhirrahmanirrahim..
"Cintailah kekasihmu dengan sederhana, boleh jadi engkau akan membencinya pada suatu ketika. Dan bencilah orang yang engkau benci dengan sederhana, boleh jadi engkau akan mengasihinya pada suatu ketika." (HR At-Turmuzi).


Maaf ya, selalu membuat postingan tentang benci-benci. Habis kalau cinta-cintaan mulu dibilang galau ._. *yang ini juga bikin galau aiiiss pfft *hammer

Sebenarnya kali ini bukan tentang benci yang jadi cinta atau cinta yang jadi benci, tolong dipisahkan, pliisss.. Untuk postingan kalii inii saja *mmm, berarti yang sebelumnya?

Ada alasan yang tidak kuketahui tentang membenci seseorang. Mengutip kata teman saya

Burung cenderung berkumpul dengan yg warna sayapnya sama. Sama seperti manusia, berkelompok sesuai ketertarikan masing2. (Yahdiyani Razanah, 2013).

Ketertarikan pada sesuatu saja ada alasannya. Tapi, rasa benci ini justru datang tanpa alasan. Benar-benar tanpa alasan. Kalau ditanya alasannya, pasti kujawab "Ya, pokoknya sebel ajaa!"

Manusia diciptakan dengan kecenderungan yang adil. Maksudnya, ketika kita cenderung pada sesuatu, hal itu memang membuat kita lebih nyaman. Kecenderungan tiap orang berbeda kan? Karena itu sesuai kebutuhan, sesuai kenyamanan.

Tapi, untuk kali ini.. I cannot handle it, really! Benar-benar sebel lho. Nggak ngerti lagi kenapa. Tetapi, setelah ini aku akan mencoba untuk tidak terlalu sebel atau terlalu benci. Haha! Semangat ais!


Minggu, 04 Agustus 2013

Heavily Overdramatized But Loving....

Bismillahirrahmanirrahim..

Postingan kali ini sebenernya tentang progress report liburan. Liburan ngapain aja siih? Katanya sih pada reuni-reuninan gitu. Termasuk saya, yang bersusah payah ikut buber anak-anak SMA.

Kenapa bersusah payah? Karena rumah saya jauh dari SMA, dan kebetulan dulu harus indekos waktu duduk di bangku SMA.

Oke sekian, nyambung sama pernyataan saya sebelumnya, di mana saya bersusah payah, ada temen saya yang rumahnya juga jauh tapi ngga sampe ngekos kayak saya, cuman ditungguin nggak dateng-dateng. Janji jam 2 kumpul, tapi dia malah baru berangkat jam 3 sore, dasaaaaar -_-.

Aku menunggu bersama dengan 2 orang jangkung yang udah saya sms duluan dengan nada mengancam. "Pokoknya kumpul jam 2 di smaga yaa. Kalau belum ada orang jam 2 aku pulaaaang!". Eh, ternyata mereka beneran dateng tepat waktu. si Tono alias Dila betina super, berangkat dari Ngaliyan jam setengah 2. Tapi ternyata dia pergi ke perum ganeca dulu ngampirin si Antagonis Anin. Ampuun, si Dila sama aja muterin semarang itu, dari ujung ke ujung haha.

Bercakap-cakap sama mereka itu ngga pernah bosen. Sampe pengen si Anin saya bungkus dan saya bawa pulang saking langkanya nih orang. Jadi, ceritanya ada anak-anak yang masih pake baju seragam SMP tapi keluar-masuk smaga dengan bebasnya, apa-apaan nih.
"Eh, itu kok banyak anak SMP masuk smaga sih? Emang mau ada acara apa?" ini saya yang tanya. Kebetulan di lapangan depan smaga lagi dipasangin tratak, mungkin buat acara Nuzulul atau Lailatul Qadr kali ya.
"Ya paling lagi jemput kakaknya yang sekolah di smaga." habis si Anin bilang kayak gitu, banyak banget rombongan anak-anak yg pake baju seragam SMP keluar dari hiruk-pikuk smaga. Waah, ini mah kayaknya anak-anak yang seragamnya belum pada jadi..

Contoh lain adalah, ada orang tua yang jemput anaknya pulang dari sekolah. Nah, ceritanya, ada anak-anak smaga yang lagi nungguin dijemput di tempat sebelah kita persis nungguin hambun a.k.a Rieza.
"Wah, itu kok bisa barengan ya jemputnya.." karena anak-anak yang bareng-bareng nungguin itu tiba-tiba berdiri bersamaan karena jemputan orang tuanya sama-sama udah dateng.
"Orang tuanya sahabatan kali, makanya bisa bareng." bzzz~~

Udah ashar terus kita cau ke Ahlil Jannah. Aaaah banyak cerita tersimpan di masjid ini wkwkwk. Kebetulan lagi mau deket-deket liburan Idul Fitri, akhirnya pas ke sana pas lagi ada bagi-bagi zakat fitrah ke warga sekitar. Aaaah jadi inget jaman dulu, pas jadi petugas penerima zakat fitrah, haha harus salaman dulu sama yang mau zakat terus baca doa niat zakat fitrah.. Aaaah jadi inget kaan, stop! Stoop!!

Pas kita udah balik nungguin hambun lagi, dia dateng dengan rambut acak-acakan ala anak motor. Nih anak udah nggak jadi BRT-MANIA lagi, udah punya motor dan udah bisa naiknya sekarang. Mana saya diboncengin lagi hahaha.

Akhirnya setelah memutuskan tidak ikut buber, jadinya malah ikut buber. Pfft, dan ini progress reportnyaa
Nungguin kepala suku. Difoto saya doang yg sadar, wkwk

Dan ternyata di buber inilah, Si Dila dan si Anin ngikut jadi panitianya haha. si Dila jadi humas, si Anin jadi bendahara. Liat tuh mukanya aja (atas, pake jilbab pink polkadot) udah antagonis banget ngurusin peserta buber yang belum pada bayar dan bingung karena baru dikit yang dateng.

Tanpa Icho haha, kesian fotonya di depan pos satpam gitu
Ada Nikita Mirzani di tengah hahaha, sian nih si sherly dipanggil nikita mirzani mulu
Hayoo, itu yang di pojok belum bayar! Ceritanya si Akbar yang baru dateng udah ditagih duit ajaa
duo alela resesif, asik banget daah

coba deh didownload fotonya, terus di zoom hahaha
duo anak kedokteran. Mbak Cha (biru) anak FK UGM. Cik Baz (tosca) anak FK Undip
Karena saya izin pulang duluan akhirnya gak ikutan babak buber selanjutnya. Ternyata mereka pada balik lagi ke smaga, bincang-bincang dan foto-foto di sana. Tapi saya nggak ikutaaaan. Aaah, kalo di smaga jadi terkenang semuanya, nihh.. Yah, semoga bisa jumpa lagi sama kelas holometabola ini, katanya sih kepanjangannya itu Heavily Overdramatized But Loving Memory Twelve Science of Eight That Becoming a Legendary.. panjang banget yaaa

Jumat, 02 Agustus 2013

Pendewasaan Hati-Bersekutu dalam Kelam

Bismillahirrahmanirrahim

Hari ini ke rumah sakit lagi. Jangan tanya kenapa, mungkin lain kali kujelaskan yaa hehe.
Ya, seperti kita ketahui, kalau ke rumah sakit itu pasti ada rutinitas mengantri. Seperti orang lain yang rawat jalan, aku pun ikut mengantri.

Di sela-sela antrian itu, kutemukan beberapa percakapan menarik, haha. Menarik sekaligus bikin gemas. *duuh, pengen kucubit itu pipinyaa.

A : "Iya, bayangin, bu. Saya antri dari tadi jam 7 pagi, dan sampe sekarang belum dipanggil." melirik jam tangan. Sudah jam 9.30. Kyaa, ini aku aja baru sampe. Selesai antri jam berapa broo.
B : "Iya, bener banget bu. Ini saja saya juga baru dateng kurang tahu dapet jam berapa nanti." Sahut ibu di kursi belakangnya. Jadi percakapan ini melibatkan ibu-ibu yang duduknya depan belakang. Sedangkan aku duduk di kursi sebaris di belakangnya.

A : "Ini anak saya sampe bilang,'Ma, ini  kalo aku nggak  diladenin sampe jam 12 nanti, aku pulang. Nggak mau periksa lagiii!!' Gitu lho buu.. Lama banget yaa."
B : "Iya bu, saya juga sampe capek nungguinnya......" Habis itu aku nggak denger ibunya bicara apa. FTV-nya terlalu menarik kalo tidak ditonton, kebetulan di ruang tunggunya ada tivi. Judulnya Dicari! Pendamping Wisuda Keren. Yang main ..... eh ngelantur, maaf maaf.

Terus apa hubungannya bersekutu dalam kelam sama percakapan ibu-ibu tadi?
Emang itu judulnya agak lebay-alay, maaf ya.  Jadi, maksudku begini. Ibu itu berkata dengan nada emosi nan menggebu, dan ditanggapi dengan pola yang senada pula.

Padahal kan itu menceritakan sesuatu yang negatif ya. Tapi, mungkin memang ada beberapa penyebab mengapa tanggapan ibu B begitu.
a. Sama-sama kesel juga, karena nungguinnya lama beuut.
b. Mengakrabkan diri dengan meyakinkan lawan bicara bahwa mereka pada posisi yang sama
c. Menjalin silaturahmi dengan orang yang sama-sama lagi ngantri.

Coba kalau tanggapan ibu B diganti..
A : "Iya, bayangin, bu. Saya antri dari tadi jam 7 pagi, dan sampe sekarang belum dipanggil."
B : "Sabar aja bu.Mungkin memang lagi banyak yang harus diurusin."
A : "Tapi ya masak dari tadi urusannya nggak kelar-kelar.."
B : "Mungkin emang urusannya banyak banget bu. Saya juga dari tadi masih belum dipanggil, kok bu."
A : "Tapi saya udah dari tadi jam 7 pagi ibuu."

Eh, eh, kok malah  lebih bahaya ya. Terus harusnya gimana ya? Berhadapan dengan orang yang berbicara dengan nada negatif seperti tadi? *termasuk diri saya sendiri


Mungkin memang harus belajar lebih banyak untuk mensyukuri apapun keadaan kita. Mau ngantri lama, yang penting masih bisa ngantri #apasih. Ya, kalau bisa sih, sehat selalu biar nggak bolak-balik rumah sakit dan ngantri berlama-lama. Kan jadi tidak produktif :)

Kita Teman, tapi…




Bismillahirrahmanirrahim..
  

Sahabat adalah orang yang membuat kita jadi orang yang benar, bukan orang yang selalu membenarkan kita (Ali ra)


Seandainya aku bisa menjadi teman yang seperti itu. Bukan orang yang hanya bisa terdiam, ketika ia berkata yang mungkin agak sedikit menyimpang dari pendapatku. Bukan berarti pendapatku benar dan dia salah, tapi, ini soal kebaikan untuk kami berdua, dan yang lainnya. 



Tetapi aku bisa membedakan, mana yang benar, dan mana yang salah. Setahuku, yang kau lakukan sekarang, belum sesuai dengan yang benar dari yang aku tahu.

Tepat, 2 tahun lalu. 2 Agustus 2011-11.59

Selasa, 09 Juli 2013

Cerita Lelaki-Perempuan

Bismillahirrahmanirraahim…

Ya, di postingan ini bukan mau membahas jodoh, kok. Tapi, suatu flashback yang, ehmm, ya bisa berhubungan, bisa juga enggak. Tergantung persepsi masing-masing ^^

..........................................................
“Kenapa sih dhe, suntuk gitu?”

“Ehm, ngga papa kok, mbak. Mbak nih, yang malah keliatan lagi galau. Ya kan mbaak? Ngakuu!”

Ya, pertama diawali dengan suntuk-galausuntukkan muka dulu. Yang lebih suntuk harus bercerita. Itu perjanjiannya. Ohya, simak baik-baik, yang mana yang kalimatku, mana yang bukan.

“Tahu aja dhe.” Tuh kaan. Berarti ini pihak yang harus cerita yaa! Tapi, ternyataa..

“Haha, aku pinter kan, mbak. Tapi, mbak, aku bingung..” dan, ternyata. Kalimat dari sini berlanjut jadi curhat panjang lebar. Mana curhatnya curhat colongan lagi, bzz~

“Dhe.. dhe.. cowok lagi ya? Kenapa itu cowok, emangnya?”

“Mbaaaak. Jangan keras-keras ngomongnya.. kan ceritanya lagi curhat mbak.” Buru-buru tengok kanan kiri. Sepertinya ngga ada yang mendengar. Laah, emang ngga ada orang.

Lanjut, “Mbak, aku bingung itu orang maunya apa. Semua orang, eh, cewek maksudku, digenitin sama dia. Ngeselin, bangeet, dah.” Bisik-bisik segala gitu ngomongnya. Padahal jelas banget itu tempat sepi, dan ngga ada orang sama sekali.

“Emang kamu digenitin kayak gimana, sih? Kamu tuh, kepedean kali, haha.”

“Ya gitu deh, mbak. Gimana ya? Ya gitu laaah mbaak.” Indikator ‘ya gitu deh’ konon katanya belum kunjung ditemukan seperti apa penjabarannya --a.

“Ya, gimana dong aku bisa tahu itu genit apa enggak, kalo kamu ngomongnya ‘ya gitu deh’..”

“Mbak, tapi ralat ya. Mana mungkin aku kepedean, orang dia begitu ke semua cewek.”

“Iyaa, deh iyaa.. trus, aku musti gimana?”

“Mbaak, pliiiiss deeh.”

Okay, tebak aku yang mana? Agak ngga penting juga sih, tebak-tebakkan yang ngomong siapa.

“Dia mau ngetes kali dhe. Ngetes cewek-cewek yang ada di sekitarnya.” Tempo hari sempet juga dibilangin sama Dinda, kalo ada cowok abal-abal yang suka ngetes-ngetes. Tapi ini flashback loooh, jadi aku udah tahu dari kapan taun ada cowok macam gini.

“Jadi gini dhe, ada beberapa kemungkinan itu cowok genit banget. Pertama, dia mau ngetes cewek yang ada di sekitarnya. Luluh ngga ya? Itu pikiran mereka. Menurut aku sih, udah, buang ke laut aja cowok yang begini mah. Meskipun sebagian ada yang sadar itu ngga boleh, teteeup aja, dilakuin.”

“Jadi, musti gimana mbak? Bales genit jug….”

“Heeeeii. Yakali, dhe. Kamu masih mau ngeladenin cowok yang genit begitu? Dibilangin dibuang ke laut aja.”

“Tapi, mbak.. Kalo emang suka sama cewek itu dan dia memang lagi serius ngedeketin?”

“Interaksinya berlebihan nggak? Kalo berlebihan percaya deh, meskipun emang fitrah manusia mencintai, tapi kalo dia berani kayak gitu, artinya dia ngga bisa mengatur cintanya itu. Kita dikasih cinta itu sepaket dengan kemampuan buat mencegah maksiat. Kalo dia deket-deket gitu, berarti dominan yang mana?”

“Teruus mbaak? Caranya ngebuang orang itu ke laut gimana? Dia itu rese banget kalo kayak gitu mbak. Tebar pesona ke semua cewek. Mungkin menurut dia biasa aja. Lah, penerimaan dari ceweknya? Cewek itu kan hatinya rapuh, mbaak, huuhuuu.”

Iyakah? Iya sih, emang bener cewek itu lebih dominan perasaan ketimbang logika. Kalau di logika, cowok rese’ kayak gitu nggak pantes dikasih hati. Orang dia aja mainin hati cewek #eyaaa.

“Tuh kan, maksud kamu ceweknya itu kegeeran, gitu? Kamu kegeeran dheek? Haha, ketahuan kaan. Siapa sih cowoknyaa?”

“Mbaaaaak, cubiiit niiih (merah juga sih tapi mukanya). Mbak, kan aku bilang cewek itu hatinya RAPUH. Gampang banget terlena, kata mbak juga dominan perasaan dibanding logika. Btw gimana ngebuang dia ke laut?”

“Ini bocah aneh deh. Udah, ngga usah dimasukin ke hati kata-kata cowok kayak gitu mah. Itu artinya dia nggak menghormati kamu. Masak ya kamu demen sama orang yang nggak menghormati kamu.”

“Iya mbak, setuju bangeet! Emang tuh cowok rese’ aku doain jomblo seumur hidup, nggak laku-laku!”

“Duuuuh dheeek. Seriusan itu doa buat dia? Serem amaat. Katamu, dia genit sama semua cewek ya? Ntar kalo semua cewek punya pikiran kayak gitu juga gimana coba? Kan kasihan.. Menurutku semua orang itu berhak dikasih kesempatan lho.. Kalau kamu ngedoainnya begitu, meskipun dia udah berusaha berubah, dan katakanlah setelah itu dia berhasil, doamu itu bisa aja jadi kenyataan.”

“Tapi mbaak, rese’ sih. Kan nggak enak kalo digituin..”

“Segitu bencinya ya kamu sama cowok itu? Sampe ngedoain jomblo seumur idup, haha. Udah lah, kamunya juga nggak usah nanggepin interaksi yang berlebihan dari dia.”

“Kalo mbak tahu becandanya kayak gimanaa.. Itu genit bangeeetts. Udah ah, sebel mbak,kesel. Nggak ngerti lagi maunya itu cowok apaan.”

Setelah itu sebenernya ada paparan kegenitan si cowok menurut karakter si ‘adhek’ ini. Tapi itu out of the record aja yah, bahaya nih, dari awal aja udah frontal.

…………………………………

Itu cowok ngeselin banget ya?  Aku sih mending ngadepin sutet 10 biji dibanding musti berhadapan sama cowo’ yang katanya rese’ itu. Yah, emang beraneka ragam jenisnya, tapi hati perempuan tak pernah berubah.

    "Jangan main-main dengan hati perempuan, hatinya dalam dan sensitif, bisa menghanyutkan dan menenggelamkan, tapi juga tangguh, bisa menguatkan, menumbuhkan dan menjelmakan mimpi-mimpi kita. Hati perempuan bisa memaafkan, tapi tidak bisa melupakan apa yang pernah singgah di pedalaman hatinya. Kalau tidak serius jangan main-main." -Rantau 1 Muara- A.Fuadi.

Camkan! Kadang definisi memaafkan di sini bukan berarti menganggap sudah melupakan semua kesalahan orang lain, tapi hanya menimbunnya dan menutupnya dengan hal lain yang lebih baik untuk diingat.

SEKALI PAKU DITANCAPKAN, IA AKAN MENINGGALKAN BEKAS, MESKI PAKU ITU SUDAH DICABUT SEKALIPUN.

Senin, 01 Juli 2013

Chattingan Rese'

Bismillahirrahmanirrahim..

JULY :)
wah, terlambat posting ya, bulan juni cuma posting sekali nih :(

postingan in mau ngebahas orang paling rese sejagaaad. Dulu dia yang suka aku kerjain, suka aku tipu-tipu, sekarang aku yang diresein sama ni bocah. Kesel!

Jadi ceritanya kemaren iseng ngepoin blognya yang ternyata udah ganti nama. Trus aku komen postingan randomnya itu, dan aku share di fb. Rasain tuh!
ternyata seketika dia lagi onlen dan komen di share-anku. Dan dia ngechat aku, sodara-sodara! Aah, empet banget mau bilang, ya, aku kangen kamu, alelaku *jaaa, kalimat ini romantis banget!

Rieza: udah aku bales loooh komennyaa. drpd postinganmu
cinta2aaaaan mulu
Aku: hmmmm,
kan aku udh dewasa rijaaaa
Rieza: M.A.L.E.S
ayo bc balesanku di blog wkwk
Aku: udaaaaaah. yg kangen km kaaan? ak sih biasa ajaaaa
Rieza: reseeee
oke
okeee
km udh uas?
Aku: ak g ada uas deer
eh, dear maksudku
km lebih mirip rusa siih
Rieza: dasaaar ngeselin banget!
eh serius ga ada uas?
kok bize?
aku jg dooong
Aku: lah, km ga ada jg? ak pke sistem blok soalnyaaa

Habis itu dia ngga bales lagi lamaaaaa banget. Ni bocah emang anti banget kayaknya kalo udah bahas masalah akademik. sebenernya di luar chat kita juga ngobrol via komen, dan mungkin karena tercengang sama sala satu komenku, dia ngechat lagi

Rieza: nikah sm siapa lg woooi???
setresss
Aku: sm org yg aku critain di *piiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiip *upss
Rieza: haaaaahhh seriiiuuuuss?
ih km kok masih inget aja sih ais?
dasar stress

chat selanjutnya agak berbahaya untuk dipaparkan di sini. tapi tenang ukhti-ukhti sekalian, saya masih istiqomah, doakan :p
dan di tengah tebak-tebakan tak berujung itu, dia malah komen di postingan itu. Rijaaaaaaa! ni bocah ngeselin banget!


Rieza: hahahahahaha padahal aku ngarang
Aku: psssssst wah nih bahayaaa
Rieza: wakakakakaakakkaka. ih jahat bgt lho komenku yg baru dihapuuus
Aku: biarinnn bocah rese'
hbs ini ak mau minum racun bneraaaaan maluuuuuuuuuuuu
Rieza: wakakakakkaka
puas bgt sekali2 bikin km salting
kamu ga tau kaaan aku pernah naksir dikit sm siapaaaa
 *naksir dikit? wew. aku tahunya km punya kisah cinta ga mutu sama tahu pong, atau tahu gejrot itu*  
Aku: ngga tau. sm siapa? **** yaa? saposeeeee ***?
Rieza: ****????
atas dasar apa aku naksir ****? -____-
yg agak misterius dikit sih
Aku: aku tauuuu
***** kan?
Rieza: ngaraaaang
kyknya kl itu kamu deh hahahaha. nebak tuh mbok yg sekali nebak bener gt lho kyk aku
Aku: beeeee. siapa dong? yaiyala, clueku kn jelas td. dan km jg pernah kukasih tahu
wuuuu
Rieza: eh km kok off seenak jidat?

tebak-tebakan nggak berujung ini berlanjut. dan chattingan ini berakhir dengan omelan si Rieza, karena jaringan innetku mati sendiri.. Rijaaaaaaaaaa, aku harus ketemu kamu, dan jambak rambutmuuuuu!

sama betina super, Tono. si Rija yg badannya kecil, tp kata orang mukanya boros.