Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Oktober 2016

Mencari Tahu Namamu

Mencari tahu namamu, kini tak semudah mencari peniti di tumpukan jarum pentulku.

Tampak berbeda, di antara hiasan yang sebenarnya tugas mereka sama.


Menghimpun kabar darimu, kini tak semudah menghimpun untaian kusut benang-benang jahitku.

Memusingkan memang, tapi aku tak frustasi, karena benang itu ada di genggamanku.


Memilih cerita tentangmu, kini tak semudah memilih aksesoris yang akan kugunakan hari ini.

Karena mereka selalu ada di hadapanku, membiarkan aku memilih di antaranya.


Baiknya memang kutunggu, namamu ada di tempat yang tepat

Baiknya memang kutunggu, kabarmu sampai ke telingaku

Baiknya memang kutunggu, ceritamu terkisah padaku


NB: long time no write, jadi ngepost sesuatu yang random haha. Belum produktif lagi... aduuuh aisnya lagi malees~~




Rabu, 27 Mei 2015

Seperti Hujan (lagi)

Tadi aku kehujanan. Deras sekali.

Tahu, kan? Belakangan kau tak membasahi bumi kami, lalu, seketika kau turun.
Sekali lagi, di saat aku melaju.

Hujaaaaaaaan.
Teriakku. Aku ingat, memang tak boleh mencela hujan.
Maafkanku jika sebelumnya aku sempat protes padamu.
Maafkan aku hujan.

Tapi, tadi kau turun sangat sebentar. 
Tahukah kau? Kau turun di saat aku melaju, dan itu hujan terderas yang pernah aku lalui, tanpa atap.
Aku tak berpelindung selain mantelku yang sudah sobek di bagian lengan.
Tak ayal, kaosku, jilbabku, bahkan rokku ikut-ikutan basah, dan hanya dalam waktu sebentar, aku harus menggantinya semua.

Hujan, aku tak bermaksud mencelamu.
Aku hanya rindu, ketika kau datang, dan beritahu aku sebelumnya.
Rinai kecil yang turun bersama-sama, sebelum kau memaksa kami untuk berlindung.
Kata temanku, kau indah karena kau tak pernah turun sendirian.

Tapi, tadi deras sekali. 
Tapi, kau turun sangat sebentar.
Tapi, kau membuatku harus mengubah semuanya, mengulang semua dari awal.
Tapi, aku suka aroma tanah setelah kau hilang. Petrichor.
Setidaknya, setelah kau hilang, aku masih bisa berharap, kau akan hadir kembali membasahi bumi kami.

Hujan, semoga kita bertemu lagi yaaa. Ya, kau yang seperti hujan.

PS: postingan ini saya tulis karena saya begitu menyukai hujan dan beberapa hal yang menyertainya. Plus, hari ini saya benar-benar kehujanan. Oya, saya masih hutang postingan bersambung, lain kali ya. Sampai jumpa! Selamat Malam :)

Senin, 14 Juli 2014

Lalu Hujan Menjawab

Kemarin, aku protes tentangmu, dan kini kau buktikan padaku.
Semalaman kau turun dan tak kau hiraukan tanah mana yang akan basah.
Semua tanah basah. Semua, sepanjang jalan yang aku lewati ketika aku melaju.
Maafkan aku, hujan. Mungkin kau marah karena aku memprotesmu.

Purwokerto, 14 Juli 2014

Minggu, 13 Juli 2014

Seperti Hujan

Hujan, akhir-akhir ini aku bingung dengan kelakuanmu. Apa yang terjadi padamu?

Hujan, mengapa kau datang di saat aku masih melaju?
Hujan, mengapa kau datang di saat aku tak bersiap sama sekali?
Hujan, mengapa kau datang tiba-tiba, dengan ukuran yang bisa dibilang sangat deras?
Lalu aku berhenti, lalu aku berlindung.
Hai hujan, kini aku sudah berhenti.
Hai hujan, kini aku akan bersiap.
Hai hujan, aku siap melaju lagi.

Ketika aku kembali melaju, tiba-tiba di langit yang lain kau tak ada.
Ketika aku sudah bersiap, tiba-tiba kau seakan berhenti.
Hujan, kau mau mempermalukanku?
Hujan, jangan buat aku seperti orang gila, yang memakai jas hujan, di saat bumi tak basah sama sekali.

PS: Belakangan hujan memang aneh, ini nyata. Bagaimana di tempat kalian?

Sabtu, 28 Desember 2013

Lain Kali, Mungkin..

Bismillahirrahmanirrahim..

Belum tidur, dan belum mau.
Intip postingan teman, terus jadi kepengin posting hal yang temanya tak beda jauh dari itu.

Ini gara-gara postingan fitriasfari sih, yang indah banget, dan saya jadi terinspirasi.
Di update-annya pula, ada sebuah komen dari anonim, sayangnya anonim, saya jadi nggak tahu harus credit ke siapa.
Intinya, rindu itu akan ada penghujungnya, dan akan tersampaikan pada waktunya.
Waah, ini komennya indah sekali yaaaaa.
Saya nggak lagi rindu sih, cuma lagi terkenang saja. Terkenang tentang masa lalu, yang pernah saya lalui. Tapi, bukan masa lalu yang pernah saya lalui dengan seseorang, bukaaaan. Sama sekali bukan.

Bukan hanya seseorang, tapi situasinya, jalan yang saya lalui, suasananya, orang-orang yang ada di sana, dan lain-lain. Keingetan doang sih, terus udah. Cuma keingetan, lho. Sekali lagi jangan dianggap serius haha. Postingan ini lagi-lagi bukan postingan serius ya.

Tuh kan, ais, galau lagi. Enggak kok, cuma terkenang, sekali lagi terkenang. Kalau rindu, berarti saya sudah pernah melewati hari yang sangaaaaaat berkesan, dan tak cuma terpapar sekali. Menurut saya, rindu itu tercipta karena memang banyak yang sudah terlewati dengan cara yang sama.

Terkenang di suasana kota yang berbeda dengan tempat saya berdiri, terkenang dengan potongan-potongan peristiwa yang terjadi saat itu. Entah, potongan-potongan yang saya ambil sepertinya begitu istimewa, sampai saya mengenangnya hingga begitu lama. 

Dan lagi pula, rindu itu sudah ada untuk peristiwa yang lain. Tentu seperti definisi saya tentang rindu yang sebelumnya. Ya, saya rindu dengan teman-teman SMA saya, dengan kisah yang saya lalui bersama mereka. Kalau terkenang, entah, potongan itu yang terkenang sampai sekarang. *jangan tanya yang dimaksud dengan 'potongan itu' yang seperti apa yaa ;)

Minggu, 22 April 2012

Orientasi

Bismillahirrahmanirrahim
Sebenarnya agak galau malam ini. Teringat pertanyaan murabbiyah, ketika liqo' kemarin. "Bagaimana kondisi umat muslim, dewasa ini?" Aku hanya berkata, menuliskan, bagaimana kesalku, akan segala kesalahpahaman yang terjadi, antara umat Islam, dengan Diennya, dengan kitabnya, dengan Rasulnya, bahkan dengan Rabbnya. Bahkan, sebenarnya kekesalanku ini, kutujukan untuk diriku sendiri.

Mungkin, perbedaan status jadi membuat kita berbeda orientasi
perbedaan status bisa membuat kita berbeda paradigma

tetapi, bukankah kita punya misi yang sama?
kita punya pedoman yang sama
kita punya tujuan yang sama *seharusnya

pertambahan pengalaman membuat perbedaan itu semakin kentara
pertambahan usia mungkin juga jadi salah satunya
tetapi, aku juga pernah berpikir sama denganmu
lalu, kenapa aku tak bertindak sama denganmu?
karena aku tahu, dan harusnya kau juga tahu
tak ada anjuran untuk lakukan hal itu
di pedoman yang kita yakini bersama kebenarannya

bersikap frontal tak mungkin kulakukan
berkata bahwa kau salah, itu juga tak benar
karena aku, pernah salah
bahkan lebih sering darimu

apa aku hanya iri?
Allah, ampuni kami atas segala pemikiran yang bukan-bukan ini
Jagalah kami dalam naungan cinta-Mu
karena kami yakin, takkan pernah ada istilah Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, ketika itu hanya kami tujukan PADAMU

Sabtu, 20 November 2010

Ketika Penyakit Hati itu DATANG LAGI

Sedih rasanya. Kenapa aku harus punya rasa seperti ini. Kalo diinget-inget dan dipikirin lagi, perasaan kayak gini tuh nggak akan ada manfaatnya. Tidak akan merubah keadaan menjadi lebih baik bagiku, dan/atau lebih buruk buat targetku.

Kalo orang-orang yang pernah jadi targetku tahu, bagaimana aku merasa seperti itu ke mereka, pasti aku maluu banget. Ternyata aku benar-benar nggak bisa menahan diri. Mungkin reaksi mereka bisa menertawakanku sampai terbahak-bahak, sampe menelan lidah mereka sendiri. Kadang aku merasa, ini tidak sepenuhnya kesalahanku. Tetapi, kesalahan mereka juga. Salah siapa, aku diginiin.

Kalo diinget-inget lagi, percuma aku minta mereka buat jadi orang yang aku pengenin. PERCUMA. Nggak ada orang yang mau jadi orang yang selalu bisa menjadi orang yang diinginkan orang lain. BAHKAN untuk ukuran PACARpun, nggak mungkin mau disuruh-suruh jadi orang yang persis kayak orang yang dimauin sama si beloved person itu.

Sekali lagi, sebenarnya aku pengin banget menerapkan,
"mengertilah perasaan orang lain, jangan pernah meminta orang lain mengerti perasaanmu"


oke, ini emang sifat burukku. Tapi, nggak mungkin ada orang yang nggak pernah ngerasain penyakit ini. Ketika melihat orang lain lebih baik daripada dirinya, muncul deh ni penyakit. Sebenernya aku nggak pernah mau penyakit ini kambuh dan kambuh lagi. Nggak enak rasanya. Rasanya pengen tukar tempat aja deh kalo udah kambuh.

Rumput di halaman rumah tetangga memang selalu lebih bagus dibanding rumput di halaman sendiri. Nah, ini yang selalu membuatku menyesali, kanapa perasaan kayak gini gampang banget muculnya. Mungkin karena aku memang ngga bener-bener tahu apa yang ada di dalam diriku sendiri.

Teman, maaf ya kadang aku suka berpikiran aneh-aneh ke kalian (untungnya kalian ngga tahu itu :p) Maaf juga, kadang di dalam hatiku, aku selalum menghujat kalian dengan kata-kata yang mungkin cuma aku yang ngerti.

Hemm, next time, aku janji ngga kayak gini lagi!!

Selasa, 16 November 2010

Cerita tentang KITA

Coba lihat lebih dekat (mengutip lagunya Sherina) ke sekitar kita. Tanpa pernah kita sadari, kita hidup di lingkungan orang yang EXTRAORDINARY. Pernah melihat bagaimana perjuangan mereka dari hati mereka? Tanpa kita ketahui, mungkin dari kepribadian sehari-harinya yang ANEH atau ALAY, mereka itu LUARR BIASAA!

Coba mendekat ke hati mereka, coba mengerti perasaan mereka. Coba dengarkan bagaimana mereka merangkai kata. Coba lihat ke mata mereka. Coba perhatikan bagaimana mereka meraba. Coba perlakukan mereka seperti sebuah harta karun, yang tak pernah kita duga sebelumnya. Namun, jangan coba meminta mereka mengertikanmu. Lebih jauh, kita akan merasakan, bagaimana mereka bisa membuat kita, orang di sekitar mereka bahagia ada di sampingnya.

Cobalah, menjadi sebuah ‘penambang’ mereka.Tak ada ilmu yang lebih baik untuk menjadikan mereka selayaknya harta kita dibanding PERHATIAN. Anggap kita sebagai seorang pekerja tambang yang selalu bahagia, ketika menemukan harta baru. Sekali lagi, hanya PERHATIAN yang dapat membuat kita menguasai ‘tambang’ kita.

Ada sebuah cerita ketika aku melihatmu

Seperti kita adalah suatu ikatan

Bagai ikatan bunga yang akan semakin indah ketika banyak ragam diantara kita

Ada sebuah cerita ketika aku melihatmu

Seperti kita adalah suatu kumpulan

Bagai sebuah kotak pensil warna yang akan semakin menarik ketika banyak warna mengisi kita

Ada sebuah cerita ketika aku melihatmu

Seperti kita adalah suatu lukisan

Bagai sebuah kanvas yang akan semakin mahal ketika banyak hiasan di antara kita

Ada sebuah cerita ketika aku melihatmu

Seperti kita adalah suatu lantunan

Bagai sebuah lagu yang akan semakin harmoni ketika banyak nada mengiringnya

Cerita tentang KITA

-aisyaulia-


Adakah selain mereka yang dapat mengerti kita? Teman, kalian adalah makhluk ciptaan terindah-Nya yang Dia rencanakan untukku. Kalian adalah sumber cahaya, yang harus selalu aku lindungi, ketika kalian mulai meredup. Kalian adalah sumber mata air, yang harus selalu aku jaga kemurniannya, ketika kalian mulai terkontaminasi. Kalian adalah sumber kebahagiaan, yang harus selalu aku jaga kelembutannya, ketika kalian mulai bersedih.

Kalian LUAR BIASA. Dengan latar belakang kalian. Aku tahu, tak semua sempurna. Tapi, kitalah seikat bunga, kitalah sekotak pensil warna, kitalah sebuah lukisan, kitalah sebuah lagu. Yang kadang, ada suatu kecacatan, yang tidak akan merubah keindahan kita.

Tak ada kata yang lebih indah untuk kalian, dibanding, AKU SAYANG KALIAN. Kalian lebih dari sekedar PACAR, yang mungkin bisa BREAK UP sewaktu-waktu. Kita adalah sebuah cerita, yang tak mungkin aku lupa.

SEKALI LAGI, KALIAN adalah CIPTAAN TERINDAH-NYA yang DIA rencanakan UNTUKKU.