Tampilkan postingan dengan label broken paper. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label broken paper. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2012

5 Wanita 1 Lelaki



Kami duduk bersimpuh mengelilingi
bejana yang kami isi dengan air mata kami.

Hingga bejana itu penuh, dan tak sanggup menerima 
luapan air yang hampir menumpahkan semua isi bejana.

Wanita pertama berdiri
mengacungkan tangan seraya berkata, "Harus ada bejana lagi!"


Sambil mengusap air matanya, wanita kedua berucap, "Kenapa tak kau saja yang pergi membelinya?"

Wanita pertama kembali duduk, namun tak mengindahkan ucapan wanita kedua.


"AKU??" jawab wanita pertama setelah ia merapikan duduknya.
Wanita kedua menunduk. Tak berani ia menatap wanita pertama itu.


"Kita masih terus menangis! Tak mungkin bejana ini mampu menampungnya!" wanita ketiga berkata di ujung tangisnya.

Terdengar suara tangis yang lebih keras. Ialah wanita keempat. 

Aku semakin meringkuk di sudut. Akankah mereka kembali menuntutku? Atau haruskah aku menawarkan diri dengan sukarela? Karena aku wanita kelima.
Karena hanya bejana itu yang kami butuhkan, demi menanti seseorang. Demi menanti 1 lelaki. 

taken from : Aisyah Aulia Wahida (facebook) 

Minggu, 27 Februari 2011

remembering KENZOU (?)

tiba-tiba merinding disko inget nama itu wkwk
gatau kenapa tiba-tiba inget lagi (aduuh mulees --)

gara gara bosen nih jadi kepikiran kemana-mana. tapi kok nyampeknya kesitu, aku bingung jadinya

dulu waktu aku masih jadi cewek bukan perempuan (bedanyo apo?) aku bisa dengan berani mengajak BICARA orang yg gak kukenal sama sekali ckck sumpaah agresif (ternyata aku pernah gilaa --)
inget jaman jahiliyahku dlu, *sediih*

cuma sama orang itu aku bisa seberani itu, ckck sekali lagi, gatau kenapa TT

jadi malu sendiri, dg gampangnya aku tiba tiba ngechat dan memulai obrolan tidak penting itu *brebees milii*
kalo bisa diulang, mending aku diem dan gausah ngeliat daftar online .

masih jelas keinget gmana dialognya huhu . tapi, smoga kenzou ga pernah tau aku (at least lupa sama akulaah) siapa dan aku kenapa, amiin .

kenzou udah yaa, kamu pergi dulu sana, ngga usah mampir-mampir kesini lagi hehe
wassalam ya ken :) ati ati, jangan kesini lagi pokoknya, kalo mau lewat, cari jalan lain oke (apa jaal?)

Kamis, 18 November 2010

Susahnya MENJATUHKAN PILIHAN




Kalau aku bisa memilih yang lain, harusnya aku bisa memilih yang lebih baik dari ini. Satu hal aku sadar, kita semua punya hak memilih. Memilih presiden, memilih anggota legislatif, bahkan ketua RT pun, kita yang memilih. Dan ada satu kalimat yang harus kita ingat jika ingin memilih sesuatu untuk hidup kita. Pilihlah dengan hati.
Tapi, aku tak yakin apakah ini pilihanku memang dari hatiku sendiri. Pilihan yang kujatuhkan mungkin belum tepat untuk sekarang. Tetapi, Allah menjatuhkan aku untuk memilih sekarang. Masihkah aku pantas mendapatkan apa yang aku pilih? Karena yang aku pilih belum tentu juga akan memilihku sekarang ini .

Apakah yang aku pilih itu sadar kalau aku memilihnya? belum tentu juga. Bahkan mungkin tahu aku ada saja tidak. Bagaimana ia bisa tahu? Tapi aku lebih suka begini. Aku lebih suka dia tidak tahu hal ini. Entah kenapa, baru kali ini aku peduli hal ini. Baiklah, mulai sekarang harusnya aku lupakan aku pernah memilihnya untuk beberapa lama.

Senin, 01 November 2010

sekarang, aku benar benar membencimu dari dalam hatiku

Sesungguhnya aku MEMBENCIMU dengan sepenuh hatiku
sekarang lain orang lain cerita .
tapi, masih sama, aku benci juga padamu .
tahu kenapa? hanya persoalan sepele sebenarnya
melihatmu seperti itu, membuatku patah harapan .


patah hati berbeda dengan patah harapan
tahu apa bedanya?
patah hati lebih sakit daripada patah harapan
patah harapan lebih menyedihkan dari pada patah hati
sakit itu relatif, setiap orang berbeda mengartikannya . tapi, menyedihkan itu universal . tahu mengapa? karena semua orang tahu
sedih itu tidak pernah menyenangkan

sedih, aku sedih karena aku salah pilih, aku salah kira . yang dikira berbeda, ternyata sama saja .
aku, aku tidak patah hati
aku 'hanya' patah harapan
semula kukira baik, ternyata lebih buruk dari yang lain. intinya, kamu munafik.
sesungguhnya aku benar benar membencimu sekarang.
entah dari detik keberapa, menit keberapa, tapi aku ingat, hari ini, aku akan membencimu, dan tak akan pernah menganggapmu, seperti aku menganggapmu sebelumnya.

Selasa, 12 Oktober 2010

Bukan Rahasia Lagi

Sebenarnya judul yang harusnya kubuat adalah Sesungguhnya aku membencimu dengan sepenuh hatiku. Tapi, aku tak tega harus membuatmu seperti rendahan begitu.
Kamu tahu? Pikiranku tentangmu sudah membusuk di dalam hati dan otakku. Aku pikir, sifat baikmu kepadaku, tidak akan membekaskan kebaikan tentangmu di mataku.
Kamu tahu? Aku membencimu dengan sepenuh hatiku. Setulus hatiku yang paling dalam. Kebencianku membuncah seketika aku melihat wajahmu yang sok tak berdosa itu. Kamu senang kan? bisa membuatku tertindas dibalik kekuasaan 'bohongan' mu itu.
Kamu tahu? Aku mengutukmu dengan sekuat hatiku. Sekuat aku berdoa kepada Tuhanku, yang juga Tuhanmu. Ingin sebenarnya berdoa akan kehancuranmu. Tapi, aku tak sejahat itu.
Kamu tahu? Aku benci melihatmu dengan segala kebaikan palsumu. Bukan aku iri, dan dengki padamu. Tapi, aku tahu, kau busuk di dalam hatimu.
aku tahu apa saja yang kau lakukan. Kamu tahu kan? aku bisa membaca pikiranmu saat ini juga. pikiran busuk yang tertular juga kepadaku.

Sekali lagi, aku benar-benar membencimu dengan setulus hatiku.