Jumat, 28 April 2017

Tentang Komentar

Tulisan kali ini saya tujukan untuk para penulis artikel di luar sana. Yaaa, hobi saya itu baca berita di L***TODAY yang jadi headline news. Judul yang dibuat itu selalu menarik saya untuk mengklik tautan tersebut. Pokoknya sampai semua tautan saya baca!

Pekerjaan orang ga punya kerjaan ya gini ini. Haha, terus dilanjutkan ke kolom komentar. Kadang isi berita nggak penting, karena yang lucu itu komentar-komentar para pembacanya. Salah satu tipikal judul tulisan di website berita ini adalah “Upload Foto Dengan Sang Tunangan, Netizen Salfok dengan Motif Piring Di Belakangnya!” Nih ya, saya udah tau, ini berita pasti cuma memuat 1 foto yang diupload sang artis, terus dilanjutkan dengan komentar dari pengguna sosmed tentang foto itu. “Ihh, itu kok Piringnya motif kura-kura.” Sorry to say, nggak ada manfaatnya buat pembaca!

Nah, nanti akan ada komentar di website berita tersebut. Jadi intinya adalah, komentar untuk narasi yang menceritakan tentang komentar. Haha, bikin pusing deh, tapi nggak bikin pinter.

Kembalikan waktu 2 menitku!
Unfaedah

Beberapa contoh komentar yang memenuhi kolom komentar untuk berita tersebut. Lalu, nanti akan ada pembaca yang akan komentar, “Ini kan memang rubrik entertainment, ya emang begini beritanya. Kalau cari yang manfaat ya cari rubrik lain!”

Wait? Maksudnya? Laaah, menurut saya pun, berita itu nggak entertain sama sekali tuh. Isinya malah ngomongin orang. Saya sebenarnya ingin meminta tolong kepada para penulis artikel di web-web ‘gitu’ untuk menyajikan tulisan yang berbobot. Atau seenggaknya bikin pembacanya bisa mengambil manfaat gitu.

Sebenarnya kan media online itu sama saja seperti media cetak kan? Seharusnya ketika mengupload suatu tulisan, yaa, setidaknya ada riset yang dilakukan untuk menyajikan berita tersebut. Perasaan kalau saya baca tabloid isinya selalu berdasarkan wawancara atau riset-riset dulu gitu. Tetapi, belakangan tulisan-tulisan ini berkurang sih, meskipun masih ada. Tulisan macam gini sumber risetnya cuma dari instagram aja, hmm.

Saya kan juga pengen pinter kakak-kakak penulis. Tetapi saya apresiasi sih, ada beberapa tulisan (sekarang jadi lumayan banyak) yang bersumber dari website-website bermanfaat, dan ada pengetahuan baru yang akan saya dapatkan kalau baca tulisan itu. Hehe.


Oiya, ada beberapa komentar menarik yang membuat saya tergelitik, misalnya, “Tipikal orang indo sekarang gini ya, sukanya nyinyir.” Ini bukan saya yang bilang lhoo, suer! Kemudian saya menemukan kosakata baru, yakni, JULIT. Ini apa lagi artinya hahah.

kamusslang.com
Kosakata ini saya dapatkan gara-gara suka ngintip-ngintip akun gosip (astaghfirullah, istighfar ukhti. Taubatlah!). Gara-gara kurang kerjaan gini saya jadi suka melakukan suatu yang tidak bermanfaat dan cenderung dosa, ckck

Yaa, intinya cuma pengen jadi pembaca yang cerdas sih. Mungkin bisa dimulai dari pembaca ya, kurang-kuranginlah baca artikel nggak bermutu gini. Maka ketika minat baca berita sejenis itu turun, mungkin lama-lama akan hilang kebiasaan menuliskan berita sejenis ini. Sip!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

need your support :)